Kisah heroik polisi menyelamatkan ibu hamil yang hendak melahirkan di tengah banjir besar. Aksi kemanusiaan ini terjadi di kawasan terdampak banjir parah dan menyentuh hati warga.

Banjir besar yang melanda kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, tidak hanya merendam pemukiman warga tetapi juga menyisakan kisah heroik yang menggetarkan hati. Salah satu cerita paling menyentuh datang dari aksi kemanusiaan aparat kepolisian yang dengan sigap menyelamatkan seorang ibu hamil yang siap melahirkan, meski medan yang dilalui sangat sulit dan penuh risiko.

Pada hari Senin pagi, intensitas hujan yang tinggi sejak malam sebelumnya membuat sejumlah titik di Jakarta Timur tergenang banjir hingga mencapai ketinggian 80 cm. Di tengah suasana darurat itu, warga melaporkan adanya seorang ibu hamil yang tengah merintih kesakitan karena mengalami kontraksi hebat di dalam rumahnya yang telah terendam air.

Mendapat laporan tersebut, tim evakuasi dari Polres Metro Jakarta Timur langsung bergerak ke lokasi. Dipimpin oleh AKP Yudi Pratama, tim terdiri dari enam personel dengan perahu karet dan perlengkapan evakuasi darurat lainnya. Mereka harus melintasi jalan sempit, air yang mengalir deras, serta mengangkat perahu melewati gang-gang kecil demi mencapai rumah korban.

“Kami tidak sempat berpikir lama. Saat tahu ibu itu sudah mengalami kontraksi dan air makin naik, kami langsung susun strategi untuk evakuasi cepat. Yang penting nyawa ibu dan bayi bisa diselamatkan,” ujar AKP Yudi.

Setelah menempuh waktu sekitar 25 menit, tim akhirnya sampai di lokasi. Dengan hati-hati, mereka membantu ibu hamil berusia 28 tahun bernama Rini Handayani keluar dari rumah sambil menenangkan dirinya yang terlihat panik dan kesakitan. Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi korban sudah sangat lemah dan perutnya sudah mengalami pembukaan awal tanda melahirkan.

Dengan sigap, polisi mengevakuasi Rini ke atas perahu karet dan membawanya ke Puskesmas terdekat yang sudah bersiap menerima pasien darurat. Sesampainya di lokasi, tim medis langsung memberikan pertolongan, dan hanya dalam waktu satu jam setelah evakuasi, bayi perempuan dengan berat 3,1 kg berhasil dilahirkan dalam kondisi sehat.

Kisah perjuangan ini pun viral di media sosial setelah video dokumentasi aksi tersebut diunggah oleh salah satu warga yang ikut menyaksikan proses penyelamatan. Banyak netizen memberikan pujian atas aksi cepat, tanggap, dan penuh empati yang dilakukan polisi dalam kondisi ekstrem.

“Salut buat polisi kita. Di saat banyak yang sibuk menyelamatkan harta benda, mereka fokus menyelamatkan nyawa. Benar-benar pahlawan di tengah banjir,” tulis salah satu pengguna Twitter.

Kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa aksi kemanusiaan bisa datang dari siapa saja, terutama dari para aparat yang berada di garis depan saat bencana datang. Evakuasi darurat seperti ini membutuhkan keberanian, kecepatan, dan kepedulian tinggi terhadap sesama.

Kapolres Metro Jakarta Timur pun memberikan penghargaan langsung kepada tim yang bertugas, menyebut aksi ini sebagai contoh pengabdian polisi kepada masyarakat tanpa mengenal waktu dan kondisi.

“Inilah polisi yang diharapkan masyarakat: humanis, responsif, dan siap membantu kapan saja,” ujarnya dalam konferensi pers singkat.

Banjir yang merusak banyak rumah dan akses jalan di Kebon Pala mungkin menyisakan trauma, namun juga menghadirkan harapan. Dari derasnya air dan suara sirene, lahir seorang bayi yang menjadi simbol kehidupan baru dan harapan—berkat keberanian mereka yang tidak kenal lelah menjalankan tugas demi kemanusiaan.

By Omagah