Labuhan, Sampang Suasana duka menyelimuti Desa Labuhan setelah berita tragis datang dari perairan sekitar Sreseh. Moh. Rokib (39), seorang nelayan berpengalaman, dilaporkan hilang saat melaut dan akhirnya ditemukan meninggal dunia. Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya yang selalu mengintai di laut, sekaligus menimbulkan rasa takut dan kehilangan yang mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Rokib, yang di kenal sebagai sosok pekerja keras dan ramah, rutin melaut setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, laut yang kadang tenang, kadang ganas, kali ini menelan korban. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa profesi nelayan selalu penuh risiko, meski pengalaman dan keterampilan telah di miliki.
Menurut laporan dari tim SAR Sreseh, pencarian di lakukan sejak Rokib di laporkan hilang. Tim menyisir perairan dengan peralatan lengkap, termasuk kapal penyelamat dan drone untuk memantau dari udara. Setelah beberapa jam pencarian intensif, jenazah Rokib berhasil di temukan, dan operasi SAR resmi di hentikan.
Warga Labuhan pun bereaksi dengan rasa duka yang mendalam. Banyak tetangga dan teman sejawat Rokib yang datang ke rumah duka, memberikan doa dan dukungan moral kepada keluarga yang di tinggalkan. Suasana desa berubah hening, di penuhi rasa kehilangan dan kesedihan yang tak terelakkan.
Tragedi ini menyoroti pentingnya keselamatan nelayan. Meski sudah terbiasa menghadapi gelombang tinggi dan badai, risiko tetap mengintai. Banyak warga berharap pemerintah dan pihak terkait memperketat standar keselamatan, menyediakan peralatan lebih lengkap, dan meningkatkan sistem peringatan dini untuk para nelayan.
Selain itu, kisah Rokib juga menjadi pengingat bagi masyarakat luas tentang pengorbanan para nelayan yang sering kali tak terlihat. Mereka rela menghadapi bahaya demi memenuhi kebutuhan keluarga dan menyokong perekonomian lokal. Laut memang sumber kehidupan, tetapi juga sarat risiko yang menuntut kehati-hatian dan kesiapan maksimal.
Dengan berakhirnya operasi SAR, Labuhan kembali ke kehidupan normal, meski kesedihan tetap membekas. Nama Moh. Rokib kini akan di kenang sebagai simbol ketangguhan dan dedikasi nelayan Labuhan. Warga berharap, tragedi ini menjadi momentum untuk meningkatkan keselamatan di laut dan menghargai jasa para nelayan yang terus bekerja keras demi masyarakat.
