Musim haji 2025 telah tiba, dan jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah. Namun, di balik semangat spiritual ini, ancaman kesehatan seperti MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan COVID-19 masih menjadi perhatian serius. Pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Kesehatan Indonesia telah mengeluarkan berbagai imbauan penting demi menjaga kesehatan para jamaah haji.
Berikut beberapa langkah aman yang dapat diikuti jamaah untuk mencegah penularan virus:
1. Gunakan Masker di Tempat Ramai
Mengingat suhu di Arab Saudi yang panas dan kerumunan yang padat, penggunaan masker sangat disarankan, terutama saat berada di area Tawaf, Sa’i, dan tempat umum lainnya. Masker dapat mencegah penyebaran droplet yang menjadi media utama penularan virus corona dan MERS-CoV.
2. Rajin Cuci Tangan dan Gunakan Hand Sanitizer
Kebersihan tangan menjadi kunci utama dalam mencegah penularan penyakit. Jamaah disarankan membawa hand sanitizer pribadi dan sering mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah memegang benda di area publik.
3. Jaga Imunitas dengan Nutrisi Seimbang dan Cukup Istirahat
Kondisi tubuh yang kuat akan membantu melawan virus. Konsumsi makanan bergizi, buah, dan minum air putih yang cukup menjadi keharusan. Jangan paksakan aktivitas berlebihan jika tubuh terasa lelah, dan manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin.
4. Hindari Kontak Langsung dengan Hewan
MERS diketahui berasal dari unta. Maka dari itu, jamaah tidak disarankan mendekati atau menyentuh unta selama di Arab Saudi. Hindari juga mengonsumsi produk olahan unta yang tidak dimasak matang.
5. Ikuti Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Resmi
Sebelum berangkat, jamaah telah diwajibkan untuk vaksinasi meningitis dan influenza. Namun, seiring masih adanya ancaman COVID-19, jamaah juga diminta melengkapi vaksin COVID-19 sesuai ketentuan. Selalu ikuti protokol kesehatan haji yang diterbitkan pemerintah dan pihak kesehatan setempat.
6. Waspada Jika Ada Gejala
Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas selama atau setelah pelaksanaan haji, segera laporkan ke petugas medis. Deteksi dini sangat penting untuk menghindari penyebaran virus ke jamaah lain.
Penutup
Ibadah haji adalah momen spiritual yang penuh berkah, namun tetap harus diiringi dengan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan. Dengan menjalankan langkah-langkah pencegahan yang tepat, para jamaah haji 2025 dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.
