Detik-Detik Tenggelamnya Kapal di Selat Bali, 31 Selamat, Puluhan Hilang

Tragedi laut kembali mengguncang Indonesia. Pada tanggal 2 Juli 2025, kapal KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali. Kapal tersebut tengah melakukan pelayaran rutin dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sebelum akhirnya dihantam cuaca buruk yang menyebabkan musibah mengerikan ini.

Kronologi Tenggelamnya Kapal

Menurut keterangan saksi dan otoritas pelabuhan, kapal mulai mengalami gangguan stabilitas sekitar pukul 20.00 WIB. Gelombang tinggi dan angin kencang menjadi penyebab utama kapal oleng dan kehilangan kendali. Dalam hitungan menit, air mulai masuk ke lambung kapal dan menyebabkan kepanikan luar biasa di antara penumpang dan awak kapal.

Beberapa penumpang sempat mengirimkan pesan terakhir kepada keluarga melalui ponsel, menyampaikan bahwa kapal mulai miring dan air masuk dengan cepat. Suasana mencekam menyelimuti dek kapal sebelum akhirnya KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam ke dasar laut.

Proses Penyelamatan dan Korban Selamat

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan relawan segera dikerahkan begitu sinyal darurat diterima. Dalam waktu 6 jam, sebanyak 31 orang berhasil diselamatkan, sebagian dalam kondisi tak sadarkan diri dan mengalami hipotermia. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat di Banyuwangi dan Gilimanuk.

Namun, hingga saat ini, lebih dari 30 orang masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan menggunakan helikopter, kapal cepat, dan penyelam profesional. Cuaca yang masih buruk menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.

Reaksi Publik dan Pemerintah

Tragedi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Kementerian Perhubungan menyampaikan duka mendalam dan berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh. Presiden RI turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta agar proses evakuasi dipercepat.

Di media sosial, tagar #SelatBali dan #KMPTunuPratamaJaya menjadi trending. Netizen ramai-ramai membagikan doa dan harapan agar korban yang hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Penyelidikan dan Langkah Lanjut

Kapal KMP Tunu Pratama Jaya diketahui masih dalam masa laik laut dan telah menjalani pemeriksaan rutin. Namun, pihak berwenang tidak menutup kemungkinan adanya kelalaian prosedural atau masalah teknis yang luput dari perhatian. Investigasi mendalam kini tengah dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Tragedi kapal tenggelam di Selat Bali ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di musim cuaca ekstrem. Peningkatan standar operasional, pelatihan awak, dan sistem peringatan dini perlu diperkuat agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

By Omagah