Konflik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia internasional, kali ini karena tindakan Israel yang menahan kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Aksi ini memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Pernyataannya yang tegas membuka gelombang solidaritas dan protes dari masyarakat Australia yang mengecam tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Dalam konferensi pers yang di gelar di Canberra, Albanese menyebut penahanan bantuan kemanusiaan sebagai tindakan yang “tidak dapat di benarkan secara moral maupun hukum.” Ia menambahkan bahwa rakyat Palestina di Gaza sedang mengalami krisis kemanusiaan akut, dan menghalangi bantuan justru memperburuk penderitaan tersebut.
“Kita tidak boleh diam melihat ketidakadilan. Penahanan bantuan makanan dan medis bukan hanya kejam, tetapi juga melanggar prinsip dasar kemanusiaan,” tegas Albanese.
Tanggapan keras dari sang perdana menteri muncul setelah dua warga negara Australia di laporkan berada di atas kapal bantuan yang di cegat militer Israel. Keduanya merupakan relawan dari lembaga kemanusiaan internasional yang tengah dalam misi distribusi bantuan ke wilayah Gaza. Pemerintah Australia telah menyatakan akan menempuh jalur diplomatik untuk memastikan keselamatan warganya.
Aksi penahanan ini sontak memicu gelombang protes di sejumlah kota besar Australia, seperti Sydney, Melbourne, dan Brisbane. Ribuan warga turun ke jalan membawa spanduk bertuliskan “Free Gaza” dan “End the Siege”, menuntut agar pemerintah Israel segera membebaskan bantuan kemanusiaan yang tertahan dan mengakhiri blokade terhadap Gaza.
Para demonstran juga menyerukan agar pemerintah Australia bersikap lebih keras terhadap Israel dan mempertimbangkan sanksi diplomatik jika pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi.
Sementara itu, sejumlah organisasi kemanusiaan di Australia menyatakan keprihatinan mereka terhadap meningkatnya hambatan dalam penyaluran bantuan ke wilayah konflik. Mereka mendesak PBB dan komunitas internasional untuk turun tangan lebih serius guna menjamin akses kemanusiaan ke Gaza tetap terbuka.
Situasi ini semakin memperkeruh hubungan diplomatik antara Australia dan Israel. Walau hubungan kedua negara selama ini cukup erat, perkembangan terbaru ini memperlihatkan adanya ketegangan yang tak bisa di hindari jika pelanggaran kemanusiaan terus terjadi.
Dengan terus meningkatnya tekanan publik dan sorotan media internasional, dunia kini menanti langkah konkret dari Israel dan komunitas global. Di tengah penderitaan yang tak kunjung reda di Gaza, suara-suara kemanusiaan seperti yang disuarakan Albanese menjadi penting untuk menjaga harapan dan menuntut keadilan.
